Pernahkah merasa uang tiba-tiba habis tak bersisa? Atau justru jumlah pengeluaran lebih besar daripada penghasilan?
Pernahkah merasa kesulitan mengatur keuangan, terutama menjelang akhir bulan?
Kadang, kita terjerat pada kebiasaan menghabiskan uang tanpa terlebih dahulu membuat pertimbangan yang matang. Hal ini membuat sering kali muncul rasa penyesalan setelahnya.
Lebih lanjut, mengelola keuangan ternyata membutuhkan keterampilan dan juga kesadaran diri. Salah satunya dapat dilakukan lewat evaluasi keuangan.
Jika Kawan GNFI membutuhkan tips mengevaluasi keuangan yang bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, maka artikel ini cocok untukmu.
Artikel ini akan mengulas tips untuk Kawan GNFI dalam mengelola keuangan, salah satunya dari pandangan perencana keuangan, Prita Ghozie.
Prita Ghozie adalah seorang CEO Zap Finance, perusahaan konsultan perencana keuangan di Indonesia.
Ia menempuh pendidikan formalnya di Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia. Lalu melanjutkan studi magister di University of Sydney School of Business, Australia dan mendapatkan gelar Master of Commerce.
Di Instagram sendiri nama Prita Ghozie juga cukup terkenal, karena ia kerap membagikan konten terkait literasi keuangan.
Berikut ini 5 tips mengevaluasi keuangan versi perencana keuangan versi Prita Ghozie.
1. Evaluasi Hutang
Hal pertama yang perlu kamu lakukan saat mengevaluasi keuangan adalah melakukan pengecekan terkait hutang yang kamu miliki.
Pastikan Kawan GNFI mendata jumlah hutang, serta komposisi hutang, seperti hutang konsumtif atau hutang produktif.
Bukan hanya itu, berkaitan dengan hutang kamu juga perlu mengidentifikasi terkait utang dengan bunga tinggi, seperti penggunaan kartu kredit, pay later, maupun pinjaman online (pinjol).
Lebih lanjut, Kawan GNFI juga perlu melakukan pengecekan pelunasan hutang. Hal ini akan lebih baik jika kamu bisa melunasi hutang lebih cepat.
2. Pertumbuhan Aset
Indikator kedua yang perlu dilakukan dalam mengevaluasi keuangan adalah memeriksa pertumbuhan aset.
Kawan GNFI perlu membandingkan nilai aset tahun ini dengan tahun lalu. Apakah terdapat kenaikan, tetap stagnan atau justru mengalami penurunan?
Selanjutnya, jika telah berkeluarga, Kawan GNFI perlu memisahkan aset pribadi dan rumah tangga, serta mengetahui aset yang menimbulkan beban bulanan tinggi.
3. Dana Darurat
Bagian ketiga yang tidak kalah penting dalam mengelola keuangan adalah alokasi dana darurat.
Kawan GNFI perlu mengetahui status dana darurat mu saat ini, apakah sudah ideal, belum ideal atau justru belum terkumpul sama sekali.
Selain itu, tempat kawan GNFI menyimpan dana darurat juga sama pentingnya, apakah Kawan GNFI menempatkannya pada aset likuid yang bisa dicairkan ketika dibutuhkan? Atau justru sebaliknya.
Selanjutnya, pernahkah kamu menggunakan dana darurat tersebut? Untuk keperluan apa? Serta sudahkah kamu menggantinya?
Prita Ghozie mengatakan bahwa dana darurat hadir untuk memberikan rasa aman.
“Ingat, dana darurat bukan untuk cari untung, tapi untuk membeli rasa aman,” ujarnya lewat Instagram @pritaghozie.
4. Menabung dan Investasi
Poin penting selanjutnya berkaitan dengan mengevaluasi keuangan adalah tabungan dan investasi. Kamu perlu memperhatikan kebiasaan menabung, apakah terdapat alokasi dana khusus atau mengandalkan uang yang tersisa?
Selanjutnya, Kawan GNFI juga perlu memperhatikan instrumen tabungan yang disesuaikan dengan tujuan dan jangka waktu.
Berkaitan dengan kebiasaan berinvestasi, Kawan GNFI juga perlu memastikan bahwa kamu melakukannya dengan penuh perencanaan dan bukan didasari pada ketakutan ketinggalan tren. Hal ini memerlukan kamu untuk mengevaluasi kinerja hasil investasi.
5. Tujuan Keuangan
Tips terakhir adalah menetapkan tujuan keuangan. Kamu perlu memiliki tujuan keuangan yang jelas, serta memiliki rentang waktu yang bisa diukur, seperti jangka pendek, menengah atau panjang.
Dalam menetapkan tujuan keuangan, Kawan GNFI juga perlu melakukan pengecekan secara berkala, memastikan tujuan tersebut masih relevan atau perlu diperbarui.
Selain itu, penting juga memastikan kemajuan tujuan keuangan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Hal ini memungkinkan Kawan GNFI untuk tetap berada dalam target yang telah ditetapkan.
“Tujuan keuangan itu fleksibel dan boleh berubah, yang bahaya itu berjalan tanpa arah dan tidak paham prioritas,” ujar Prita dalam unggahan Instagramnya.
Itulah 5 tips mengevaluasi keuangan yang bisa kamu terapkan dalam kehidupan sehari-hari ala perencana keuangan, Prita Ghozie. Tertarik mencoba?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


