aiesec in unhas dorong mahasiswa berani ambil kesempatan global melalui info session outgoing global volunteer - News | Good News From Indonesia 2026

AIESEC in Unhas Dorong Mahasiswa Berani Ambil Kesempatan Global melalui Info Session Outgoing Global Volunteer

AIESEC in Unhas Dorong Mahasiswa Berani Ambil Kesempatan Global melalui Info Session Outgoing Global Volunteer
images info

AIESEC in Unhas Dorong Mahasiswa Berani Ambil Kesempatan Global melalui Info Session Outgoing Global Volunteer


AIESEC in Universitas Hasanuddin (Unhas) kembali menunjukkan komitmennya dalam membuka akses pengalaman internasional bagi mahasiswa melalui penyelenggaraan info session bertajuk “What No One Tells You About Going Abroad” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Sabtu (18/4).

Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai komunitas dan unit kegiatan mahasiswa (UKM) di Universitas Hasanuddin, Universitas Negeri Makassar (UNM), serta UIN Alauddin Makassar. Melalui sesi ini, AIESEC in Universitas Hasanuddin memperkenalkan program Outgoing Global Volunteer (oGV) sebagai salah satu jalur bagi mahasiswa untuk merasakan pengalaman ke luar negeri melalui kegiatan relawan yang berdampak.

Info session ini menghadirkan beberapa pembicara, di antaranya Mimi sebagai Exchange Participant (EP) AIESEC in Universitas Hasanuddin yang telah menjalani program di Korea Selatan pada Januari hingga Februari lalu. Turut hadir pula Andi Pujirahayu dan Nadine Imanuela sebagai perwakilan dari AIESEC in Universitas Hasanuddin yang memberikan pemaparan lebih lanjut terkait program Outgoing Global Volunteer (oGV).

baca juga

Dalam sesi berbagi pengalamannya, Mimi mengangkat realitas yang seringkali tidak dibicarakan terkait program ke luar negeri. Ia menyoroti bahwa the doubts are real mulai dari pertanyaan seperti “Can I afford this?”, “Would my parents allow me?”, hingga “Why should I even go?”. Namun, ia menekankan bahwa seseorang tidak harus memiliki semua jawaban sejak awal. “You don’t need to have everything figured out, you just need a strong reason enough to start,” ungkapnya.

Mimi juga menjelaskan bahwa setiap individu memiliki pendekatan berbeda dalam memilih negara tujuan, ada yang memilih negara yang sudah lama diimpikan untuk akhirnya merasakan langsung, sementara yang lain justru memilih hal yang belum dikenal untuk menantang diri dan mencoba pengalaman baru. Ia juga menekankan pentingnya melakukan riset secara menyeluruh mulai dari memahami program, mempertimbangkan dampak, hingga memilih Sustainable Development Goals (SDGs) yang sesuai.

Dalam proses seleksi, Mimi mengingatkan bahwa penolakan merupakan bagian dari perjalanan. Dari lima proyek yang ia lamar, tiga di antaranya ditolak, namun dua lainnya berhasil diterima. Hal ini menunjukkan bahwa satu kesempatan yang diterima sudah cukup untuk membuka jalan menuju pengalaman global. Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya perencanaan finansial yang realistis dan personal. Alih-alih bergantung pada template umum, peserta disarankan untuk menyusun rencana anggaran yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Usai sesi berbagi pengalaman, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab (Q&A) yang berlangsung secara interaktif bersama Mimi. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan yang diajukan, mulai dari proses pendaftaran, kesiapan sebelum keberangkatan, hingga tantangan yang dihadapi selama menjalani program di luar negeri.

Menutup rangkaian sesi, Andi Pujirahayu melanjutkan dengan pemaparan mengenai program Outgoing Global Volunteer (oGV). Pada sesi ini, ia menjelaskan secara komprehensif mengenai alur pendaftaran, tahapan seleksi, serta berbagai pilihan proyek relawan di berbagai negara yang dapat diikuti oleh mahasiswa. “Program Outgoing Global Volunteer kami hadir untuk membuka akses pengalaman internasional yang tidak hanya berfokus pada pengembangan diri, tetapi juga kontribusi nyata terhadap isu global melalui SDGs,” ujar Andi Pujirahayu.

baca juga

Selanjutnya, Nadine Imanuela menjelaskan secara praktis langkah-langkah untuk melakukan sign up dan apply proyek melalui platform resmi AIESEC di aiesec.org.

Program oGV sendiri tidak hanya menawarkan pengalaman internasional, tetapi juga mendorong kontribusi nyata terhadap isu-isu global melalui implementasi Sustainable Development Goals (SDGs). Peserta pun diajak untuk melihat program ini tidak sekadar sebagai kesempatan untuk bepergian ke luar negeri, melainkan sebagai ruang untuk berkembang, beradaptasi, dan memberikan dampak positif.

Melalui kegiatan ini, AIESEC in Universitas Hasanuddin berharap dapat meningkatkan awareness mahasiswa terhadap peluang pengembangan diri melalui program exchange. Dengan demikian, AIESEC dapat semakin dikenal sebagai wadah bagi generasi muda yang ingin mendapatkan pengalaman global sekaligus berkontribusi melalui kegiatan relawan internasional.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.