Advertising Week Festival UI 2026 (AWF) resmi dibuka hari ini, Selasa (21/04/2026) melalui konferensi pers yang digelar di Selasar Balai Purnomo Universitas Indonesia. Sebagai acara tahunan dari Program Studi Periklanan Kreatif Vokasi Universitas Indonesia, festival ini kembali hadir sebagai ruang kolaborasi antara mahasiswa dan pelaku industri kreatif.
Tahun ini, AWF mengusung konsep “The Ground” dengan tagline “Too Good To Skip”, yang menekankan upaya membumikan ilmu periklanan agar lebih relevan dan mudah diakses oleh berbagai kalangan.
Di tengah perubahan industri yang semakin dinamis, Project Officer AWF 2026, Arif Rafsanjani, menegaskan bahwa periklanan perlu dipahami lebih dari sekadar alat promosi.
“Iklan bukan hanya sekadar medium promosi, tapi benar-benar medium yang bisa menyampaikan narasi, menciptakan perubahan, dan menghadirkan dampak nyata industri,” ujarnya, menegaskan arah festival tahun ini.
Angkat Realita Iklan Dianggap “Noise” oleh Audiens
Konsep yang diusung AWF 2026 tidak muncul tanpa alasan. Berdasarkan riset yang dilakukan panitia, masyarakat modern saat ini terpapar iklan setiap hari, tetapi sebagian besar justru menganggapnya sebagai gangguan atau noise yang ingin dilewati.
Fenomena ini kemudian mendorong AWF 2026 untuk mengubah cara pandang audiens terhadap periklanan. Bukan lagi menjadi distraksi, iklan diharapkan bisa hadir sebagai bentuk komunikasi yang relevan dan memiliki nilai bagi audiens.
Dalam pemaparannya, panitia menekankan bahwa pendekatan ini tidak hanya berisikan teori, tetapi juga mengajak masyarakat memahami iklan lebih dekat.
“Kami hadir sebagai wadah edukasi yang membumi, ruang belajar yang tidak selalu tentang teori, tapi juga mengajak masyarakat memahami periklanan agar lebih dekat dengan kehidupan mereka seharian,” jelas panitia.
Melalui konsep “The Ground”, AWF berupaya menghadirkan periklanan sebagai praktik yang bisa diaplikasikan, sehingga iklan kini tidak lagi dihindari.
Rangkaian Acara: Pre-Event hingga Main Event
Sebagai festival periklanan terbesar, AWF 2026 menghadirkan berbagai rangkaian acara yang dimulai dari pre-event hingga main event. Pre-event, sudah mulai digelar pada 21 April di Selasar Balai Purnomo dengan menghadirkan aktivitas berbasis personal branding, seperti Rate Personal Branding IG bersama Bryant Frazier Kandani dan Blind Date Experience yang mempertemukan peserta berdasarkan kesamaan personal branding.
Rangkaian pre-event kemudian berlanjut dengan sesi edukasi untuk pelaku UMKM pada 9 Mei di Creative Hub Jakarta, yang menghadirkan diskusi strategi pemasaran serta konsultasi langsung bersama praktisi, Finastri Annisa.
Sementara itu, acara utama akan berlangsung pada 20 dan 23 Mei 2026 di lingkungan Universitas Indonesia. Hari pertama akan diisi dengan sesi Ad-Talks dengan topik seperti Behind the Scenes Creative Industry, Tukar Wawasan Marketing Event, hingga Humble Marketing, serta workshop interaktif mulai dari live selling hingga copywriting.
Hari kedua menjadi puncak acara dengan pembahasan isu tentang masa depan periklanan melalui topik seperti Mindful Advertising, The Power of Netizen, hingga Plot Twist: Hidup Itu Marketing, yang menghadirkan berbagai praktisi industri kreatif hingga staf ahli Menteri Ekonomi Kreatif RI.
Mendapat Antusiasme Tinggi
Selain menjadi ruang diskusi, AWF 2026 juga menghadirkan kompetisi kreatif yang terbuka bagi siswa SMA/SMK dan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Ratusan peserta berpartisipasi dalam lima kategori lomba, yaitu Brand Innovation, Creative Campaign, Design Produk, Design Poster, dan Fotografi.
Tingginya antusiasme terlihat dari jumlah peserta yang mencapai lebih dari 800 orang. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan, tetapi juga ruang eksplorasi bagi anak muda untuk mulai menjajaki industri periklanan.
Selain kompetisi, AWF juga menggelar roadshow ke berbagai sekolah di Jabodetabek sebagai bagian dari upaya edukasi dan perluasan awareness terhadap industri kreatif.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


