Merajut sering dianggap sebagai hobi untuk lansia atau hanya dilakukan oleh perempuan. Padahal, aktivitas ini bisa dilakukan oleh siapa saja, tanpa batas usia maupun gender.
Lebih dari sekadar hobi, ada banyak manfaat merajut bagi kesehatan mental yang sudah dibuktikan oleh berbagai penelitian. Studi Riley et al. (2024) menunjukkan bahwa merajut dapat membantu mengurangi pikiran dan emosi berlebihan, sehingga membuat kondisi mental lebih tenang.
Sejalan dengan itu, dalam laporan BBC, psikolog klinis asal Inggris, Mia Mobbs, menyebut sekitar 90% responden dalam studi tahun 2020 merasa lebih rileks setelah merajut. Lalu, apa saja manfaat yang bisa dirasakan? Ayo, simak!
Merajut Dianggap Kuno, Kini Bermanfaat bagi Kesehatan Mental
Dulu, merajut sekadar dianggap sebagai aktivitas mengolah benang menggunakan jarum untuk menghasilkan berbagai karya, seperti pakaian, aksesori, hingga boneka. Kini, aktivitas ini justru dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan mental.
Di tengah kehidupan yang serba cepat, merajut kembali diminati karena memberi ruang untuk berhenti sejenak dari rutinitas. Aktivitas ini membantu kita fokus pada satu hal sederhana dan memberi jeda dari distraksi sehari-hari.
Mengapa Merajut Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental?
Merajut melibatkan gerakan berulang yang membantu tubuh lebih rileks. Aktivitas ini membuat pikiran fokus pada satu hal, sehingga memberi efek menenangkan layaknya meditasi ringan.
Selain itu, merajut juga membantu mengalihkan perhatian dari stres. Saat mengikuti alur rajutan, pikiran menjadi lebih terarah dan tidak mudah terdistraksi oleh hal lain.
Manfaat Merajut bagi Kesehatan Mental
Mudah Mengelola Emosi
Merajut membantu menenangkan pikiran melalui gerakan yang ritmis dan berulang. Banyak perajut menggambarkan aktivitas ini sebagai sesuatu yang menenangkan, rileks, hingga terasa seperti meditasi. Bahkan, gerakan sederhana saat merajut saja sudah bisa membantu melepaskan ketegangan.
Mengurangi Adiksi
Merajut bisa menjadi distraksi positif dari kebiasaan yang kurang sehat, seperti merokok, makan berlebihan, atau scrolling berlebihan. Dalam Psychology Today, aktivitas ini bahkan disebut sebagai “kecanduan konstruktif” karena memberi efek menenangkan tanpa dampak negatif.
Melatih Kesabaran
Merajut dilakukan secara bertahap dan tidak bisa terburu-buru. Proses ini melatih seseorang untuk lebih sabar dan menikmati setiap langkah, bukan hanya fokus pada hasil akhir.
Meningkatkan Kepercayaan Diri
Setiap hasil rajutan yang selesai dapat memberikan rasa puas dan bangga. Hal ini membantu meningkatkan kepercayaan diri dan penghargaan terhadap diri sendiri.
Membantu Fokus Lebih Dalam
Merajut membutuhkan perhatian pada pola dan teknik tertentu, mulai dari menghitung jumlah tusukan hingga mengikuti alur rajutan. Proses ini melatih konsentrasi dan membuat pikiran lebih terarah
Mencegah Penurunan Kognitif
Merajut melibatkan kerja otak dan koordinasi tangan secara bersamaan. Karena itu, aktivitas ini dapat membantu menjaga fungsi memori dan mengurangi risiko penurunan kognitif, seperti Alzheimer dan demensia, terutama pada lansia.
Membangun Koneksi Sosial
Menariknya, merajut juga bisa menjadi aktivitas sosial. Penelitian menunjukkan bahwa individu yang merajut tetap dapat membangun interaksi melalui gestur dan kebersamaan, meskipun tanpa banyak percakapan.
Merajut bukan hanya soal menghasilkan karya, tetapi juga tentang memberi ruang bagi diri untuk beristirahat secara mental.
Dengan berbagai manfaat merajut bagi kesehatan mental, mulai dari mengatur emosi, melatih kesabaran hingga bangun koneksi sosial ke sesama. Aktivitas ini bisa menjadi pilihan sederhana untuk menjaga keseimbangan di tengah kesibukan sehari-hari.
Jadi, selain punya skill baru, Kawan juga bisa menjaga kesehatan mental dengan cara yang menyenangkan. Selamat mencoba!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


