jejak muay thai di indonesia lahir di thailand kini jadi bela diri profesional - News | Good News From Indonesia 2026

Jejak Muay Thai di Indonesia: Lahir di Thailand, Kini Jadi Bela Diri Profesional

Jejak Muay Thai di Indonesia: Lahir di Thailand, Kini Jadi Bela Diri Profesional
images info

Jejak Muay Thai di Indonesia: Lahir di Thailand, Kini Jadi Bela Diri Profesional


Siapa tak kenal Muay Thai? Olahraga bela diri satu ini banyak digandrungi oleh masyarakat Indonesia. Di banyak gym atau pusat kebugaran, tersedia latihan Muay Thai yang bisa diikuti oleh siapa pun. Peminatnya pun beragam, mulai dari laki-laki, perempuan, hingga anak-anak.

Dari namanya saja, tak sulit ditebak jika Muay Thai berasal dari Thailand. Muay Thai yang juga dikenal sebagai "seni delapan tungkai" ini diperkirakan telah dipraktikkan oleh para pejuang Siam sejak lebih dari seribu tahun silam. Awalnya, teknik ini dikembangkan sebagai metode pertahanan diri praktis bagi tentara dalam pertempuran jarak dekat sebelum akhirnya bertransformasi menjadi hiburan rakyat yang populer.

Muay Thai berkembang pesat sejak abad ke-16 di bawah pemerintahan Raja Naresuan, di mana aturan formal mulai diberlakukan, sebagaimana dicatat laman Nashville MMA Training Camp. Pada masa itu, para petarung mulai melilitkan tali rami pada tangan mereka sebagai pelindung saat bertanding di hadapan keluarga kerajaan. Memasuki era keemasan antara akhir abad ke-19 hingga pertengahan abad ke-20, popularitas Muay Thai melonjak tajam.

Modernisasi besar-besaran dilakukan pada dekade 1930-an melalui pengenalan sarung tinju standar dan pembagian kelas berat. Langkah tersebut membuka jalan bagi Muay Thai untuk merambah panggung internasional hingga berdirinya International Federation of Muaythai Associations (IFMA) pada tahun 1995. Sejak itulah, Muay Thai semakin tersohor ke berbagai penjuru dunia, tak terkecuali Indonesia.

Ternyata, ditekuninya Muay Thai di Indonesia secara serius belum begitu lama berlangsung. Jejaknya bisa dirunut sejak Muay Thai Professional Indonesia didirikan. Sebagaimana dicatat Martina Yosika Pratiwi dalam karya akademiknya di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yang mengutip laman Road to Victory, Muay Thai Professional Indonesia alias MPI bermula dari didirikannya Komunitas Muay Thai Indonesia (KaMI) pada 20 Oktober 2010. Saat itu, KaMI digunakan oleh para praktisi olahraga satu ini untuk meredam persaingan tidak sehat antar sasana Muay Thai di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Dengan adanya KaMI, kolaborasi para pegiat Muay Thai bisa dilaksanakan. KaMI bahkan sanggup menerima tantangan dari World Professional Muay Thai Federation (WPMF) untuk menyelenggarakan ajang internasional perdana. Frans Mohede, yang menjabat sebagai Ketua KaMI, mendapatkan lisensi promotor pertama di Indonesia untuk menggelar ajang "Bali Muay Thai Grand Match 2011". Kesuksesan acara tersebut kemudian diikuti dengan penyelenggaraan edisi kedua pada tahun 2012 yang berlokasi di kawasan Pantai Seminyak, Bali.

Kepercayaan publik terhadap komunitas semakin meningkat saat KaMI ditunjuk sebagai tim proyek untuk program televisi bertajuk "Tarung Muay Thai Indonesia" pada 2012. Program tersebut juga menjadi wadah bagi para atlet lokal untuk menunjukkan kemampuan mereka di hadapan pemirsa nasional.

Di tengah perjalanan menjalankan program televisi tersebut, gagasan untuk mendirikan MPI mulai muncul sebagai langkah penguatan struktur organisasi. KaMI menyadari bahwa keterlibatan dalam industri hiburan olahraga memerlukan landasan legalitas yang kuat dan formal di mata hukum. Kehadiran organisasi yang jelas diharapkan mampu mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah guna memajukan ekosistem Muay Thai profesional di tanah air.

Jadilah, MPI hadir sebagai tanda bahwa Indonesia siap menjadikan Muay Thai di negeri ini sebagai bagian dari industri hiburan olahraga global. Hingga kini, MPI terus aktif sebagai penggerak penyelenggaraan ajang-ajang Muay Thai profesional yang sekaligus menjadi wadah unjuk gigi bagi para atlet negeri ini.

Selain MPI, ada pula organisasi Muay Thai lain di Indonesia, yakni Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PBMI). Meski sama-sama menaungi olahraga Muay Thai, keduanya punya tugas masing-masing. Sementara MPI mengurus Muay Thai di level profesional, PBMI berkutat di level amatir.

Meski bergerak di jalannya masing-masing, MPI dan PBMI menjalin kerja sama dengan satu tujuan, yakni memajukan olahraga Muay Thai di Indonesia. Apalagi, atlet Muay Thai memang dapat berpindah dari jalur profesional ke amatir, maupun sebaliknya. Satu momen besar yang menandai kerja sama MPI dan PBMI terjadi pada 2023 lalu. Saat itu, kedua organisasi tersebut bertemu untuk menyepakati kolaborasi demi kepentingan dan kemajuan prestasi dan industri Muay Thai Indonesia.

baca juga

 

 

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.