Ternyata tidak semua sampah kemudian hanya menumpuk dan membusuk di Tempat Pembuangan Akhir. Justru sebaliknya, sampah di sini menjadi ladang berkah bagi masyarakat sekitar karena mereka mempunyai inovasi yang brilian. Sampah-sampah tersbut ada yang dimanfaatkan kembali, ada yang didaur ulang, dan hanya sedikit yang berakhir menjadi sampah residu.
Sebelum tahun 2023, Kelurahan Bakungan memiliki masalah sampah yang cukup serius. Terdapat satu tempat yang mereka jadikan lahan pembuangan sampah yang sayangnya tidak terurus dan sampah di sana hanya menumpuk dari waktu ke waktu. Tempat tersebut sejatinya hanyalah lahan kosong di sebelah jurang.
Namun karena sampah yang terus menumpuk, tempat tersebut menjadi kotor dan sangat bau. “Dulu kalau ada motor yang lewat pasti ngebut orangnya, biar engga bau,” ujar Pak Amri, salah satu warga sekitar ketika ditanya bagaimana kondisi daerah tersebut beberapa tahun lalu.
Selain itu, pengambilan sampah yang tidak rutin dan jarang terjadi, kapasitas truk pengangkut sampah yang terbatas, serta sampah yang setiap harinya dihasilkan terus-menerus memicu masalah lain selain bau yang menyengat, yaitu jalan yang tidak bisa dilewati. Ya, Kawan tidak salah membaca. Jalan tersebut tertutup sampah sehingga warga tidak bisa melintas.
Kemudian pada tahun 2022, warga khawatir akan hal tersebut dapat memberikan masalah lain yang lebih parah seperti pencemaran lingkungan dan kesehatan. Dari kekhawatiran tersebut dan juga rasa ingin berbenah menjadi lebih baik lagi, Kelurahan Bakungan mengajak masyarakat dan juga stakeholder lain seperti PKK, LPMK, dan Karang Taruna untuk mengilah dan mengelola sampat yang menjadi permasalahan di lingkungan tersebut.
Kemudian pada bulan Agustus 2023, Omah Olah Sampah KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) diresmikan. Berlokasi di Jl. Prabuloro, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. KSM Joger Blambangan memberikan angin segar kepada warga sekitar dalam mengelola, mengolah, dan memanfaatkan sampah yang dihasilkan. Warga mengaku turut merasakan manfaat kehadirannya.
Contoh kecil yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar adalah mereka tidak perlu khawatir akan sampah yang menumpuk di rumah. Ini karena para pekerja di KSM Joger Blambangan rutin mengambil sampah setiap hari. “Kami (KSM Joger Blambangan) rutin setiap hari keliling rumah warga untuk mengambil sampah mereka,” Ujar Lurah Bakungan, Agus Rahmanto.
Setelah berkeliling mengambil sampah dari rumah-rumah warga, sampah dipilah menjadi beberapa kategori. Sampah organik akan sepenuhnya diolah kembali sehingga tidak ada bau yang menyengat. “Sebetulnya kalau sampah ini yang bikin bau itu sampah organik. Sampah non-organik kalau didiamkan 2 hari atau 3 hari masih aman, tapi kalau sampah organik sehari saja sudah sangat bau,” ujar Sahid, pekerja di KSM Joger Blambangan yang bertugas untuk mengambil sampah di rumah-rumah warga.
Pengolahan dan pemanfaatan sampah organik yang pertama adalah diberikan kepada maggot untuk menjadi pakan mereka. Sehingga sampah organik bisa langsung terurai. Sisa-sisa dari proses tersebut akan menjadi kasgot yang baik untuk jadi campuran dalam pupuk tanaman. Kedua, sampah kulit buah, potongan sayuran, dan yang semisal akan dihancurkan dan difermentasi kemudian diolah untuk menjadi pupuk cair.
Sampah anorganik jgua memiliki pemrosesannya tersendiri. Sampah-sampah tersebut akan dikumpulkan di bank sampah yang nantinya akan dijual ke pengepul. Selain itu, sampah-sampah anorganik juga bisa diolah untuk menjadi berbagai kreasi yang memiliki nilai kebermanfaatan atau bahkan nilai jual.
“Kalau sampah non-organik termasuk kayu-kayu bekas kami pilah dan akan diolah menjadi barang lain yang bermanfaat. Salah satunya, bracket TV sama speaker ini kami buat dari kayu bekas dipan ranjang. Kami bingung kemarin mau buat apa, ya sudah dibuat kaya gini aja, malah jadi manfaat, nggak ngeluarin biaya lebih,” jelas Agus.
Warga sekitar juga dapat menjual sampah anorganik seperti botol plastik, galon bekas, kardus, dan yang lainnya untuk kemudian ditukarkan poin di aplikasi ABank Sayang (Aplikasi Bank Sampah Masyarakat Bakungan). Aplikasi ini adalah wadah tempat pencatatan digital sampah dari masyarakat Bakungan. Dengan aplikasi ini, masyarakat dapat menabung sampah dan mengumpulkan poin. Poin yang telah dikumpulkan dapat ditukar menjadu sembako, kaos, ataupun barang lain seperti gantungan kunci yang disediakan oleh KSM Joger Blambangan.
Meski dari luar terlihat sempurna, KSM Joger Blambangan bukan berarti terbebas dari tantangan. Selama mereka berdiri ada saja hambatan dan juga tantangan yang herus mereka hadapi. Dulu, saat awal beroperasi, warga diimbau untuk memmilah sampah masing-masing sebelum pengangkutan. Sehingga pada saat pemilahan, para pekerja di KSM Joger Blambangan tidak kesulitan untuk mengelompokkan sampah. Namun semakin lama, imbauan tersebut tidak lagi dilaksanakan oleh warga. Alhasil, sampah yang datang ke KSM Joger Blambangan harus dipilah dan dikelompokkan ulang oleh para pekerja.
“Dulu sempat berjalan, warga memisahkan sampah organik dan non-organik mereka. Tapi sekarang dicampur (antara sampah organik dengan non-organik), jadi kita sendiri yang memilah. Kembali ke setelan awal. Tapi tetap kita layani, hanya saja agak memakan waktu lebih lama,” Ujar Agus.
Tidak ada orang akan mengira tempat yang dulunya penuh dengan sampah ini menjadi bersih dan tertata jauh lebih rapi. Sahid menambahkan jika bau yang muncul dari sampah-sampah itu memang terkadang menyengat, tapi ini sudah jauh lebih baik daripada beberapa tahun yang lalu. Lagipula, bau tersebut hanya bertahan sebentar karena sampah-sampah tersebut diolah setiap harinya. Ia juga berkata kalau ia dan teman-temannya akan berusaha untuk terus menjaga lingkungan Bakungan agar tidak lagi tercemar seperti dahulu.
Saat ini, KSM Joger Blambangan sudah berhasil menjadi percontohan tempat pengolahan sampah di Banyuwangi, bahkan beberapa daerah di luar Banyuwangi juga turut berdatangan untuk belajar bagaimana mengolah dan mengelola sampah di daerah mereka. KSM Joger Blambangan juga mendapat dukungan dari sebuah yayasan asal Norwegia, Avfall Norge, berupa pengadaan alat-alat pengolahan sampah dan juga kendaraan pengangkut sampah yang digunakan sehari-hari.
Dari KSM Joger Blambangan kita belajar bahwa hal yang terlihat mustahil bisa menjadi sangat mungkin dan malah memberikan manfaat yang sangat besar asal ada kemauan dan juga tekad serta kegigihan dari semua pihak. Perubahan untuk menjadi lebih baik tidak selalu harus dimulai dengan besar, kita bisa memulainya sedikit demi sedikit. Oleh karena itu, mari kita mulai untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar dan lebih bijak dalam menghasilkan sampah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


