benteng keraton buton benteng terluas di dunia dan jejak kejayaan di bau bau - News | Good News From Indonesia 2026

Benteng Keraton Buton, Benteng Terluas di Dunia dan Jejak Kejayaan di Bau-bau

Benteng Keraton Buton, Benteng Terluas di Dunia dan Jejak Kejayaan di Bau-bau
images info

Benteng Keraton Buton, Benteng Terluas di Dunia dan Jejak Kejayaan di Bau-bau


 

Pulau Sulawesi menyimpan pesona wisata sejarah yang megah melalui keberadaan Benteng Keraton Buton di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Berdiri kokoh di atas perbukitan Wolio, situs ini memegang rekor sebagai benteng terluas di dunia menurut Guinness Book Record dan MURI sejak tahun 2006 dengan total area mencapai 23,375 hektare.

Struktur pertahanan ini dibangun menggunakan material batu kapur yang disusun rapi, menawarkan pemandangan panorama Selat Buton dan hilir mudik kapal dari ketinggian yang menakjubkan.

 

Sekilas Mengenai Benteng Keraton Buton

Pembangunan benteng ini dimulai pada abad ke-16 oleh Sultan Buton III, La Sangaji (Sultan Kaimuddin), yang memerintah pada tahun 1591 hingga 1596.

Awalnya, struktur ini hanya berupa tumpukan batu yang berfungsi sebagai pagar pembatas antara istana dan perkampungan. Baru pada masa pemerintahan Sultan Buton IV, La Elangi (Sultan Dayanu Ikhsanuddin), benteng tersebut dipermanenkan menjadi bangunan pertahanan yang sanggup menjaga eksistensi Kesultanan Buton selama lebih dari empat abad.

Secara arsitektural, benteng ini memiliki keliling sepanjang 2.740 meter dengan lereng yang terjal sehingga menjadikannya tempat pertahanan terbaik pada zamannya. Konstruksi benteng yang melingkar ini mengintegrasikan pemukiman masyarakat dengan kompleks istana di pusatnya.

Sebagai bekas ibu kota Kesultanan, kawasan di dalam benteng masih menyimpan berbagai peninggalan sejarah yang menggambarkan tata kelola pemerintahan dan sosial budaya masyarakat Buton.

Struktur pertahanan ini tidak hanya menonjolkan kekuatan fisik, tetapi juga memiliki kedalaman simbolis yang kuat bagi penduduk setempat. Setiap elemen bangunan, mulai dari gerbang hingga menara pengamat, memiliki penamaan dan fungsi yang spesifik.

Di dalam kawasan ini pula, Kawan GNFI dapat menemukan Masjid Keraton Buton yang dibangun pada tahun 1712 dengan lantai marmer, menjadikannya masjid tertua di Sulawesi Tenggara sekaligus simbol kejayaan Islam di bumi Buton.

 

Daya Tarik dan Aktivitas di Benteng Keraton Buton

Selain dari segi sejarahnya, daya tarik utama kawasan ini adalah keberadaan tiga komponen pertahanan utama yang dikenal sebagai Badili, Lawa, dan Baluara.

Badili merupakan meriam besi tua peninggalan Portugis dan Belanda yang tersebar di sepanjang dinding benteng sebagai bukti sejarah persenjataan masa lampau.

Selain itu, pengunjung dapat menelusuri 12 Lawa atau pintu gerbang yang setiap bentuk dan konstruksinya memiliki keunikan tersendiri, mulai dari susunan batu hingga gazebo kayu di atasnya.

Angka 12 pada gerbang benteng diyakini mewakili jumlah lubang pada tubuh manusia, sehingga secara simbolik benteng ini diibaratkan sebagai satu kesatuan tubuh yang harus dijaga.

Aktivitas mengelilingi 16 Baluara (bastion) juga menjadi pengalaman menarik, di mana setiap bastion dinamai sesuai kampung tempatnya berdiri.

Menjelang sore, suasana di perbukitan Wolio memberikan ruang bagi Kawan GNFI untuk menikmati indahnya Kota Baubau dari ketinggian sembari merasakan nuansa Islam yang kental di sekitar area masjid.

 

Akses dan Rute Perjalanan

Kawan GNFI dapat menuju lokasi ini dengan menempuh perjalanan darat dari pusat kota menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum lokal. Jalur menuju puncak bukit Wolio sudah teraspal dengan baik sehingga memudahkan mobilisasi pengunjung yang ingin menyaksikan kemegahan benteng ini secara langsung.

Akses strategis di atas perbukitan memberikan keuntungan visual bagi wisatawan, di mana jalur menuju gerbang utama menawarkan pemandangan pesisir yang menyegarkan.

Karena luasnya kawasan yang mencapai puluhan hektare, disarankan bagi pengunjung untuk membawa perlengkapan yang nyaman untuk berjalan kaki jarak jauh.

 

Ayo Menjelajahi Benteng Keraton Buton!

Bagi yang ingin berkunjung ke Benteng Keraton Buton, jam operasionalnya adalah Senin-Sabtu (08:00-17:00 WITA) dengan harga tiket Rp20.000

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pagi atau sore hari guna menghindari terik matahari di area terbuka.

Mengunjungi Benteng Keraton Buton memberikan kesempatan untuk berdiri di atas benteng terluas di dunia sembari menelusuri jejak kejayaan maritim Kesultanan Buton.

Silakan agendakan waktu Kawan GNFI untuk menyusuri dinding batu kapur di puncak bukit Wolio ini!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.