Penggunaan influencer dalam promosi produk ramah lingkungan kini tidak lagi sekadar mengikuti tren, melainkan telah menjadi strategi teknis untuk menjangkau konsumen.
Namun, efektivitas promosi tersebut sangat bergantung pada karakter influencer yang dipilih. Penelitian terbaru dari alumni Program Doktor Ilmu Manajemen FEB UGM, Jein Sriana Toyib, membedah bagaimana tipe influencer tertentu memengaruhi keputusan pembelian produk hijau.
Melalui eksperimen laboratorium yang melibatkan ratusan partisipan, riset ini menemukan perbedaan signifikan dalam pola konsumsi. Untuk produk dengan tingkat kompleksitas tinggi seperti makanan organik, konsumen cenderung lebih percaya pada influencer yang memiliki keahlian spesifik di bidangnya.
Sebaliknya, untuk produk yang bersifat emosional seperti eco-fashion, profil influencer yang interaktif dan memiliki kedekatan sosial justru lebih efektif dalam menarik minat beli.
Jein menjelaskan bahwa fenomena ini berkaitan erat dengan teori kredibilitas sumber dan kehadiran sosial. Pilihan figur yang tepat di media sosial terbukti mampu mengubah persepsi konsumen terhadap nilai sebuah produk hijau, baik itu pakaian maupun bahan pangan sehat.
Eksperimen Strategi Pemasaran dan Perilaku Konsumen
Riset ini menggunakan dua studi eksperimen web yang berbeda untuk memvalidasi temuan di lapangan.
Studi pertama melibatkan 198 partisipan untuk mengamati perilaku pembelian eco-fashion. Sementara studi kedua mencakup 406 partisipan yang diuji terhadap produk makanan organik. Data menunjukkan bahwa efektivitas promosi melonjak drastis ketika faktor keahlian dan interaktivitas digabungkan.
Menurut Jein, kombinasi antara profil yang ahli di bidangnya dan kemampuan membangun interaksi aktif dengan pengikut merupakan kunci utama dalam strategi pemasaran hijau.
“Kombinasi kehadiran influencer yang ahli dan interaktif lebih efektif mendorong pembelian dibandingkan dengan yang tidak ahli atau tidak interaktif,” ungkap Jein dalam keterangannya di Yogyakarta pada 26 Maret 2026.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa keahlian berfungsi membangun kepercayaan teknis terhadap produk, sementara interaktivitas menciptakan kedekatan emosional antara merek dan konsumen. Gabungan kedua elemen ini menghasilkan daya dorong yang kuat, baik untuk produk sederhana seperti kaus ramah lingkungan maupun produk makanan kompleks seperti chococip organik.
Output Strategi Pemasaran untuk Keberlanjutan
Hasil penelitian ini memberikan solusi bagi para pelaku usaha di sektor produk hijau untuk menentukan mitra promosi mereka.
Strategi pemasaran yang hanya mengandalkan jumlah pengikut tanpa memperhatikan aspek kredibilitas dan interaksi terbukti kurang efektif dalam meyakinkan konsumen untuk beralih ke produk berkelanjutan.
Secara teknis, penggunaan influencer interaktif membantu memanusiakan produk eco-fashion yang sering dianggap kaku.
Di sisi lain, influencer dengan latar belakang keahlian membantu menyederhanakan informasi nutrisi dan manfaat kesehatan pada produk organik sehingga lebih mudah diterima oleh pasar luas.
Penerapan strategi ini diprediksi menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan industri hijau di masa depan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


