puisi hari kartini singkat - News | Good News From Indonesia 2026

15 Puisi Hari Kartini, Singkat hingga Membangkitkan Semangat

15 Puisi Hari Kartini, Singkat hingga Membangkitkan Semangat
images info

15 Puisi Hari Kartini, Singkat hingga Membangkitkan Semangat


Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April. Setiap tahunnya, Hari Kartini menjadi penghormatan dan momen untuk mengenang kembali jasa-jasa R.A Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan dan pendidikan bagi perempuan Indonesia.

Perayaan Hari Kartini biasanya diisi dengan berbagai macam kegiatan. Mulai dari memakai baju adat, upacara peringatan, hingga berbagai lomba. Pembacaan pidato dan puisi bertema Hari Kartini juga sering kali dilakukan. Untuk mengingat setiap langkah juang R.A Kartini dengan seluruh pemikiran yang dituliskan.

Berikut kumpulan puisi Hari Kartini, mulai dari puisi singkat hingga puisi yang mampu membangkitkan semangat. Dapat Kawan GNFI jadikan referensi untuk menulis, juga bisa dibacakan dalam acara peringatan Hari Kartini.

Kumpulan Puisi Hari Kartini

Kumpulan puisi Hari Kartini singkat

  • Perempuan Berdaya

Oleh: Septi Mardiana

 

Waktu terus berjalan

Zaman kian berkembang dengan kemajuan

Generasi emas kian merebak

Literasi jadi santapan anak zaman

 

Perempuan berdaya

Memperkuat literasi bangsa

Memberi sejuta semangat

Untuk membawa kemajuan bangsa

 

Peran kartini masa kini

Cinta Kasih memberi naluri

Bahwa literasi itu penting

Mendorong negeri ini lebih baik lagi

(Sumber: Antalogi Puisi Kartini 2021)

 

  • Ibu, Pewaris Kharisma Aksara

Oleh: Dianita Sandy

 

Saat Ibu membaca

Badannya duduk, matanya berjaga

Anak-anaknya di sudut lain

Merekam potret itu, sambil bermain

 

Saat Ibu mencerna buku

Pikirannya tidak terpaku

Ia pergi ke masa lampau

Menembus pulau-pulau

 

Saat Ibu mencintai pustaka

Nalurinya berbicara

Menularkan pada Ananda

Mewariskan kharisma aksara

(Sumber: Antalogi Puisi Kartini 2021)

 

  • Berjasa

Oleh: Amalia Faizah

 

Bagimu kaum perempuan tak boleh dihina dicaci apalagi direndahkan

Ekstrim perilaku bantahan orang lain, tak buat kau lemah dan pasrah

Relief ikhlasmu terasa sepanjang zaman, semerbak jasa wangi amat menakjubkan

Jisim nan jiwa segenap kau kerahkan, demi sebuah kemajuan

Aksara, mengeja kau ajar semua kaum wanita

Sentral emansipasi dicetuskan oleh engkau oh… Putri sejati

Asa dipintal mengemban persamaan derajat, amat tegar juga kuat

(Sumber: Puisi untuk Ibu Kartini)

 

  • Kasih Lembut Ibu Pertiwi

Oleh: Aliffia Wiraninda

 

Kartini…

Siapa yang tak mengenalmu, wahai Kartini

Wanita yang tangguh, wanita yang tak pernah merasa takut

Untuk melawan kejinya dunia ini

Lembut kasihmu

Ramah tutur katamu

Membuat dunia ini menangis bersimbah darah atas kepergianmu

 

Kau adalah wanita terhebat bagiku

Kau adalah ibu dari milyaran wanita di dunia ini

Kau mampu mempertaruhkan nyawamu demi negri ini

Demi wanita Indonesia

Juga demi bangsa Indonesia

Terima kasih Kartini

(Sumber: Puisi untuk Ibu Kartini)

 

  • Emansipasi Sang Kartini

Oleh: Diva Martina Hingis

 

Srikandi dari Jepara

Pembawa cahaya penembus lara

Pejuang asa kaum wanita

Wahai Kartini…

Jerih payahmu kau golakan

Kau kayuh roda takdir berputar

Menutup kabut kegelapan

Membuka cahaya kebebasan

Kartiniku…

Lihatlah bumi pertiwimu

Terangmu telah terbit

Kami telah bebas!

Kami telah merdeka!

Kaulah bunga bangsa

Damailah selalu dalam surgamu

Namamu hangat dalam setiap nyanyian

(Sumber: Puisi untuk Ibu Kartini)

baca juga

Kumpulan puisi Hari Kartini yang menyentuh hati

  • Kartini

Oleh: Clarisa Septiani Putri

 

Saat adat pilih kasih

Menggores pilu yang berselisih

Mengikat hukum tanpa asih

Kau datang bagai rembulan terang

Dengan sinau yang membentang

Kau tancapkan putihnya tulang

Kau datang mengangkat harkat

Bersama tekadmu yang bulat

Menjadikan wanita penuh martabat

 

Kini senyum merekah mawar

Dengan sorotan mata tak menawar

Karna kemerdekaan telah menjadi kabar

 

Langkahmu bagai pelangi

Menggores warna penuh arti

Menghias gurun yang sepi

Kartini

Setiap celah kau tekuni

Setiap langkah kau yakini

Habis gelap terbitlah terang

Dengan mimpi yang membentang

Kau jadikan negeri penuh bintang

(Sumber: Puisi untuk Ibu Kartini)

 

  • Mengenang Kartiniku

Oleh: Alifia Intan Karima

 

Terngaung akan sebuah figur elok

Meraut nama dalam lintas sejarah

Tertutur indah santun dalam suatu pokok

Terjaut keselarasan, membatang duka lara

 

Membungkam keselarasan sang ibunda

Menyakralkan kehangatan bunga negara

Terangi gelapnya isi bumi

Tentramkan hati, kaum insani

 

Bagai pendongkrak dunia

Runtuhkan ancaman kaum jahiliyah

Tegak kan kewajiban 

Tuk hapus kemunafikan

 

Terlintas bayangan sosok kartini

Menguras problematika negeri nan pilu

Robohkan fitur anarki

Goreskan sejarah bak harum mewangi di bumi pertiwi

 

Ibu Kartini…

(Sumber: Puisi untuk Ibu Kartini)



  • Sang Bunda Bangsa

Oleh: Ayu Mentari

 

Berayun sampan menuju sebrang

Melaju perlahan dengan pengharapan tinggi

Menempatkan jiwa pada satu mimpi

Membukus erat sebuah lentera, mempersiapkan jika tiba-tiba gelap mengintari

Gelapnya pasti tak akan lama

 

Kartini adalah sosok sang bunda bangsa

Sosok lembut dengan tangan kekar mendekap

Memberanikan berdiri dengan sanggul yang indah

Tak takut akan riuhnya senjata membaur di sana

Tetap membuka buku memberi harap putri bangsa

Dengan balutan tinta suci menulis tanpa ragu walau dalam deraian pilu

 

Sosok bunda bangsa,

Memberi arahan melangkah tegap dan berani

Menjunjung harkat dan martabat sang putri

Tak ada perbedaan saat meniti masa depan

Semua sama tak ada perbedaan antara si kaya dan miskin

Antara si kekar dan si gemulai

(Sumber: Puisi untuk Ibu Kartini)

 

Kumpulan puisi Hari Kartini yang membangkitkan semangat

  • Tanduk Perempuan

Oleh: Naurah Risadamayanti

 

Baswara rupa kami, buntara jiwa kami

Ibu Kartini titip pesan kepada kami

Jaga elok-elok seberkas harga diri

Angkat tinggi-tinggi kehormatan ini

 

Di saat ini tak lagi perempuan dikekang

Tak ada lagi kami dianggap membangkang

Hak-hak untuk kami kembali secara utuh

Tidak dipentingkan hanya saat butuh

 

Derajat, kini telah serata adanya

Pendidikan diemban secara merata

Mampu berdiri sejajar dengan putra

Ini masanya kami bebas berOleh

 

Siapa yang segan suruh kami untuk menunduk?

Jangan pikir kami tidak punya tanduk

Kami dapat saja buas nan liar menyeruduk

Pengetahuan membuat kami tak lagi terpuruk

 

Jakarta, 3 April 2021

(Sumber: Antalogi Puisi Kartini 2021)

 

  • Cinta Membaca

Oleh: Zahdinny Mucharina Fadhillah

 

Kartini wanita Indonesia

Peranmu di bumi pertiwi belum usai

Selalu dinanti peranmu di bumi ini

Ungkapkan isi hatimu lewat tulisan

Ungkapkan pikiranmu lewat Oleh

Bacalah selalu tuangkan dalam sebuah Oleh

Tanpa literasi hilangkan jati diri

Jangan sampai hilang diterpa angin

Namun tetaplah ilmu abadi

Dengan literasi bangkitkan budaya baca

Tidak cukup dengan membaca

Tuangkan apa isi dalamnya

Tuangkan dalam bentuk Oleh tulis

Agar dikenal seluruh penjuru

Cintai membaca

Bacalah kamu akan dikenal dunia

Bacalah ilmu sangat luas

Ilmu seluas lautan

Penerus Kartini tidak cukup membaca

Buktikan cinta membaca dan hasilkan Oleh

(Sumber: Antalogi Puisi Kartini 2021)

baca juga

  • Perempuan di Antara Buku

Oleh: Rustian Al’Ansori

 

Pagi masih pndemi

Perempuan berseragam rapi

Menyelusuri pagi

Menuju perpustakaan Matahari

 

Perempuan di antara buku

Penjaga ilmu

Menguatkan peradaban

Telah membuka pintu perpustakaan

 

Ia yang tahu Murasaki Shikibu perempuan Jepang penulis pertama di dunia

Ia juga tahu Kartini setelah membaca Habis Gelap Terbitlah Terang

Ia sedang bermimpi ingin menulis buku tentang dunia

Ia sedang membuat perpustakaan lebih terang

 

Adalah perempuan penjaga perpustakaan desa

Datang ketika pagi pulang ketika senja

Tidak menyerah karena sedikit gaji

Ia sedang menghidupkan kampungku yang masih sepi literasi

 

Sungailiat, 14 April 2021

(Sumber: Antalogi Puisi Kartini 2021)

 

  • Kartini Masa Depan

Oleh: Fiddinillah

 

Aku perempuan Indonesia

Menelan gelap menjadi pagi

Menantang kebodohan diri sebagai jati diri seorang aku

 

Mungkin lelah menggoda berkata sudah

Tapi sadar, diri kecil menyandang cita-cita tinggi

Bila satu buku saja sudah menjadi penerang jalan,

Membias ke segala penjuru,

Menerobos celah tirai jendela dunia

Mengapa tak kucoba satu buku lagi saja?

 

Aku perempuan Indonesia

Tak akan buta menjadi identitasku

Bila payahnya literasi menjadikanku bungkam, aku tak mau seperti itu.

Biarlah hitam mataku, kapal tanganku, rontok rambutku

Jauh lebih baik bagiku dari pada gelap dunia ku

 

Aku mampu berdaya

Kelak, bila mana aku dapat melihat dunia

Akan ku seberangi pelita kepada perempuan Indonesia ku

 

Aku perempuan Indonesia

Aku potensi Indonesiaku

(Sumber: Antalogi Puisi Kartini 2021)

 

  • Literasi Kartini

Oleh: Maorit

 

Kartini mengajarkan kami

Bahwa tulisan itu adalah ungkapan ekspresi

Menulis adalah menyusun ide

Menjadi gagasan yang mendobrak tradisi

 

Kartini menyakinkan kami bahwa

Membaca itu membuka jendela dunia

Mengisi pikiran dengan pengetahuan

Membuka diri pada kesempatan

 

Kartini membuktikan kekuatan bahasa

Bertata krama gadis jawa

Bertutur Bahasa Indonesia

Berkomunikasi Bahasa Belanda dengan sempurna

 

Kartini menunjukan kepada kami

Bahwa revolusi berakar dari rumah

Pendidikan pertama kami adalah Bunda

Yang mengajarkan kami bicara dan menanamkan cita-cita

 

Kartini mendorong kami maju

Dengan senjata kertas, pena dan buku

Kaki kami memang menjejak tanah

Tapi wawasan kami luas seluas angkasa

(Sumber: Antalogi Puisi Kartini 2021)

 

  • Membaca Tiada Henti

Oleh: Nartini

 

Hari berganti seiring bergesernya mentari

Teriring pandemi menyulitkan kondisi

Kaum hawa bangkit berliterasi

Terus, teruslah membaca demigenerasi

 

Belaian tanganmu menghangatkan

Lembut tutur-katamu menenangkan

Keikhlasan doamu menghantarkan jalan kita

Keluasan pandanganmu gambar kasihnya

 

Kaum hawa membaca dan beroleh

Tak kenal lelah tiada putus asa

Melek teknologi berinovasi

Berjiwa anggun berempati

 

Kartini muda nan beroleh

Berliterasi terus dalam mandiri

Jalani tantangan laju kedepan

Tekad menyala tuk generasi

 

Kartini…

Tetap berkreasi di berbagai situasi

Olehmu selalu dinanti

Menghiasi dunia ilmu dan pekerti

 

Kartini…

Ditanganmu keluarga berdiri

Karakter, inovasi, literasi

Satu tekad bangun negeri

(Sumber: Antalogi Puisi Kartini 2021)

 

  • Antara Kartini dan Kita

Oleh: Ananda Cahyo Wibowo

 

Sajak ini adalah antara Kartini dan Kita

Antara Hawa dan merajut bangsa

Antara ambisi, impian dan cita

 

Aku membuka mata

Pada pena yang mengukir lembar

Bersiratkan hukum waris yang akan kami emban:

Mengabdi, dengan sabar berbakti pada negeri

Bernyanyi inspirasi, dengan tekun memberi dan berbagi

Ketulusan hati, bagaimana ikhlas dalam menerima segala kehendak ilahi: dan

Bermimpi. Ya, Mimpi

Akan menggapai angan yang kami gantung bersama cita dan harapan

Menebar kasih antara sukma dan raga, dalam

Merajut sutra pada zambrud khatulistiwa

 

Bait ini adalah antara Kartini dan Kita

Kita, Insan yang tak letih merayu Tuhan

Karena Kami tahu,

“Teruslah berharap dan berangan,

Selagi Engkau masih dapat bermimpi”

(Sumber: Puisi untuk Ibu Kartini)

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Alsha Nuraini lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Alsha Nuraini.

AN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.