Hai, Kawan GNFI! Di antara ribuan brand fashion global yang memenuhi feed kita setiap hari, ada satu perempuan Indonesia yang diam-diam sudah membuat dunia menoleh. Bukan lewat iklan mahal, bukan pula berkat investor besar.
Namun, dari ruangan 3 meter dan modal Rp5 juta, ia berkeyakinan bahwa muslimah Indonesia layak tampil keren di panggung dunia.
Namanya Diajeng Lestari, sebagai founder HijUp.com, e-commerce busana muslimah pertama di dunia. Ini adalah kisah yang wajib Kawan GNFI tahu.
Dari Zona Nyaman ke Lompatan Berani
Lahir di Bekasi, 17 Januari 1986, Diajeng tumbuh bersama ibu yang wirausahawan. Ia kecil sudah diajak keliling bazaar, berjualan dari tangan sendiri. Benih entrepreneur itu tumbuh jauh sebelum kata startup menjadi makin besar.
Setelah lulus FISIP Universitas Indonesia (2008), ia bekerja nyaman di sebuah perusahaan dengan gaji tinggi, jam teratur, dan karier menjanjikan.
Keresahan itu kemudian menjadi titik balik. Kepada CNBC Indonesia, Diajeng pernah mengungkapkan, "Dari situ, saya membangun e-commerce dengan cita-cita menawarkan beragam pilihan baju muslimah untuk berbagai situasi."
Pada Juni 2011, ia pun resmi mengundurkan diri. Dua bulan berselang, tepatnya Agustus 2011, HijUp.com resmi lahir — tepat menjelang Ramadan. Momen itu bukan kebetulan, melainkan sebuah strategi yang sudah dipikirkan matang.
Ditolak, Diremehkan, tetapi Tidak Berhenti
Tentunya, tidak ada kemewahan di awal ia 'melahirkan' HijUp. Dengan modal Rp5 juta, ruangan 3 meter, dua karyawan, Diajeng merangkap semua peran. Bahkan, dirinya pernah merasakan ditolak investor karena diragukan.
Diajeng merangkap semua peran, dari direktur hingga office girl. Para investor menolaknya karena ia dianggap sekadar ibu rumah tangga. Nama HijUp pun sempat dicibir dan foto produknya dibilang jelek.
Namun Diajeng tidak menyerah. Ia melakukan survei pasar secara intensif, bahkan hingga ke Malaysia dan Singapura. Satu per satu desainer ia dekati, dari bazaar ke bazaar, hingga HijUp perlahan mulai mendapat kepercayaan.

CaptionHIJUP TENANT GATHERING | Instagram Diajenglestari
Indonesia di Panggung London, Bukan Mimpi
Pada Februari 2016, HijUp untuk pertama kalinya tampil di London Fashion Week, berpartisipasi dalam International fashion showcase di Somerset House bersanding dengan Dolce & Gabbana serta DKNY. Ini bukan sekadar kebanggaan, melainkan sebuah pernyataan tegas bahwa desainer Indonesia telah setara di mata dunia.
Dua tahun kemudian, tepatnya 2018, HijUp kembali melangkah lebih jauh. Mereka hadir di New York Fashion Week, lalu terbang ke London Modest Fashion Week dengan mengusung tema "Profound: Kebangkitan dari Asia".
Dalam pagelaran yang turut disaksikan Lindsay Lohan tersebut, lima desainer terbaik Indonesia berdiri di panggung yang sama dengan brand modest fashion dari seluruh penjuru dunia.
Hingga hari ini, produk HijUp telah menjangkau lebih dari 50 negara, mengakuisisi platform modest fashion asal London Haute Elan, menjalin kolaborasi dengan Uniqlo, dan membuka toko offline di 8 kota di Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


