Selat Malaka merupakan salah satu jalur perdagangan penting dan strategis. Menjadi salah satu jalur utama tersibuk, ada sekitar 23,7 juta barel minyak dan gas per hari disalurkan melalui selat ini.
Lantas, mengapa Selat Malaka bisa menjadi tempat dan jalur yang strategis untuk perdagangan? Yuk, simak informasinya bersama!
Jalur Strategis Perdagangan
Selat Malaka terletak di antara Pulau Sumatra di sebelah barat Indonesia dan semenanjung Malaysia. Membentang sepanjang ± 805 km atau 500 mil dengan lebar 400 mil di selatan dan semakin ke utara, semakin melebar sekitar 115 mil. Area ini merupakan salah satu jalur laut utama yang menghubungkan Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Selain itu, Selat Malaka juga dikenal sebagai jalur pelayaran dan perdagangan strategis dunia. Sekitar 60% perdagangan maritim dunia melewati selat ini, karena memiliki jalur terpendek yang bahkan lebih pendek dari jalur alternatif melalui Lombok, Makassar, dan Mindoro.
Kapal-kapal dagang dari berbagai negara memilih melalui Selat Malaka untuk menghemat waktu dan biaya perjalanan.
Bukan hal baru Selat Malaka menjadi jalur perdagangan yang penting dan strategis. Kerajaan Sriwijaya telah lebih dulu memanfaatkannya. Melansir dari artikel Pengaruh Kerajaan Sriwijaya Terhadap Sektor Perdagangan dan Pelayaran Di Indonesia Pada Abad VII-XI Masehi (Fortuna, et al., 2024), letak Kerajaan Sriwijaya yang berada di jalur strategis mendatangkan keuntungan.
Kerajaan Sriwijaya yang saat itu menguasai area maritim, memenuhi permintaan pasar akan kebutuhan rempah-rempah, tekstil, hingga emas dan perak, yang membuat kapal-kapal dagang berdatangan ke Nusantara. Kapal-kapal yang datang tidak hanya melakukan jual beli. Namun, juga sekadar singgah atau transit sebelum melanjutkan perjalanan.
Ramainya aktivitas di jalur tersebut, menjadi keuntungan bagi Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan menetapkan kebijakan pajak untuk pelayar yang datang ke wilayah perdagangan Sriwijaya.
Peran Selat Malaka Selain untuk Perdagangan
Selain menjadi jalur penting perdagangan, Selat Malaka juga memiliki peran lain, yaitu pusat pertukaran budaya dan ekonomi. Sejak zaman kerajaan telah aktif dilalui berbagai macam kapal dari seluruh penjuru dunia, Selat Malaka menjadi titik temu masing-masing budaya yang dibawa oleh pelayar maupun pedagang.
Saat ini, area tersebut berada di wilayah kedaulatan 3 negara ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Dengan kondisi geografis yang membentang melewati batas-batas setiap negara, Selat Malaka juga menjadi sarana diplomasi dan kerja sama pertahanan untuk menjaga keamanan maritim regional. Tentunya, juga menjadi jalur lintas krusial bagi distribusi pasokan energi ke Asia Timur.
Selat-selat Lain
Selain Selat Malaka, berikut berbagai selat di belahan bumi lain yang tidak kalah penting bagi keberlangsungan perdagangan global:
Selat Hormuz. Merupakan satu-satunya akses keluar minyak dari Teluk Persia. Menjadi titik paling penting sekaligus paling sensitif di Timur Tengah.
Selat Lombok. Selain Selat Malaka, Indonesia memiliki beberapa selat lain, salah satunya Selat Lombok. Selat ini menjadi jalur alternatif bagi kapal besar, selain melalui Selat Malaka.
Selat Gibraltar. Selat ini memisahkan benua Eropa dan Afrika, sekaligus menghubungkan Samudra Atlantik dengan Laut Mediterania. Juga menjadi salah satu jalur perdagangan penting.
Selat Bosporus. Berada di Istanbul, Turki, selat ini menghubungkan Laut Hitam dan Laut Marmara. Salah satu jalur tersibuk di dunia dan menjadi jalur ekspor minyak Rusia.
FAQ (Frequently Asked Questions)
Berikut jawaban dari beberapa pertanyaan yang kerap kali ditanyakan mengenai Selat Malaka
Apa itu Selat Malaka?
Selat Malaka adalah jalur perairan sempit yang terletak di 3 negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Jalur perairan alami ini menghubungkan Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik. Saat ini Selat Malaka menjadi salah satu jalur strategis perdagangan dunia, juga salah satu yang paling sibuk.
Selat Malaka milik siapa?
Selat Malaka berada di bawah kedaulatan Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Maka, Selat Malaka dimiliki, dikelola, dan dijaga bersama oleh 3 negara tersebut.
Bagaimana karakteristik Selat Malaka?
Selat Malaka membentang sepanjang ± 805 km atau 500 mil, di antara Pulau Sumatra dan semenanjung Malaya. Selat Malaka merupakan jalur perairan alami yang berbentuk kanal dan termasuk perairan dangkal.
Mengapa Selat Malaka amat diminati?
Selat Malaka amat diminati karena merupakan jalur pelayaran utama terpendek yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik, sehingga kapal-kapal yang melintasi selat ini dapat memangkas waktu perjalanan menjadi lebih cepat dan menghemat biaya pengeluaran.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


