Legenda roh Fumuripitsy adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Papua. Legenda ini berkisah tentang sosok pengukir patung yang dianggap keramat hingga saat ini di tengah masyarakat suku Asmat.
Bagaimana kisah lengkap dari legenda roh Fumuripitsy tersebut?
Legenda Roh Fumuripitsy Sang Pengukir Suku Asmat, Cerita Rakyat dari Papua
Dikutip dari artikel Sri Winarsih, "Roh Fumiripitsy JiWa Sang Pengukir Suku Asmat" dalam buku Kumpulan Cerita Rakyat Papua (Pemenang Sayembara), alkisah pada zaman dahulu hiduplah seorang pemuda di daerah Asmat. Pemuda tersebut bernama Fumiripitsy.
Sehari-hari pemuda ini bekerja sebagai pengukir kayu. Karya yang dia hasilkan sangat terkenal di daerah tersebut.
Selayaknya pemuda pada umumnya, Fumiripitsy memiliki seorang pujaan hati yang sudah lama dia idam-idamkan. Gadis yang disukai oleh Fumiripitsy tersebut bernama Tewarautsy.
Namun Fumiripitsy tidak pernah mengutarakan perasaannya secara langsung. Apalagi adat yang ada di tengah masyarakat membuat setiap pemuda dan pemudi mesti menjaga jarak antara satu sama lain.
Kesempatan untuk bertemu akhirnya muncul pada saat ada pesta adat yang diadakan di daerah tersebut. Pada saat pesta ini, semua penduduk akan datang menghadiri acara tersebut.
Fumuripitsy kemudian mengajak sahabatnya untuk ikut serta ke acara itu. Sesampainya di sana, mata Fumuripitsy langsung tertuju pada Tewarautsy.
Hal yang sama juga dilakukan oleh sahabat Fumuripitsy. Ternyata kedua pemuda ini menyukai seorang gadis yang sama.
Setelah mengumpulkan keberanian, Fumuripitsy berniat untuk mengutarakan perasaannya. Dia pun bertemu dengan tetua adat dan menyampaikan perasaannya tersebut.
Tetua adat paham jika Fumuripitsy tengah dimabuk cinta. Akhirnya tetua adat menyampaikan perasaan pemuda tersebut pada Tewarautsy.
Alangkah senang hati Fumuripitsy ketika mendapatkan balasan jawaban dari tetua adat. Ternyata Tewarautsy juga memendam rasa yang sama padanya sejak lama.
Akhirnya kedua pemuda dan pemudi ini saling mengetahui perasaan mereka antara satu sama lain. Meskipun demikian, mereka tidak bisa bebas berduaan begitu saja untuk menghormati adat yang ada di sana.
Pada suatu hari, Fumuripitsy mengajak Tewarautsy untuk berjumpa di hutan sebelah. Dirinya sudah tidak nyaman jika hanya bisa memandangi gadis pujaannya dari jauh.
Tewarautsy menerima ajakan dari Fumuripitsy. Tepat pada hari yang ditentukan, Tewarautsy kemudian pergi ke hutan sebelah untuk menemui pujaan hatinya.
Namun masalah muncul ketika Fumuripitsy hendak berangkat ke sana. Tiba-tiba sahabatnya muncul dan mengajaknya untuk pergi ke hutan yang sama.
Mau tidak mau Fumuripitsy pergi ke hutan tersebut bersama sahabatnya. Pikirannya tidak bisa fokus karena perasaan yang ingin berjumpa Tewarautsy secepat mungkin.
Sesampainya di hutan tersebut, kedua sahabat ini langsung mencari berbagai keperluan yang mereka butuhkan. Fumuripitsy terus mencari cara agar bisa menemui Tewarautsy yang ada di hutan yang sama.
Akhirnya Fumuripitsy menemukan cara. Dia meminta izin untuk pergi buang air terlebih dahulu pada sahabatnya.
Setelah itu, Fumuripitsy langsung berlari menuju tempat Tewarautsy. Akhirnya kedua sejoli ini saling bercengkrama dan melepaskan rasa rindu antara satu sama lain.
Sahabat Fumuripitsy yang sudah menunggu lama merasa khawatir dengan keadaan pemuda tersebut. Dia pun berkeliling untuk mencari keberadaan sahabatnya itu.
Setelah berjalan cukup lama, mata sahabat Fumuripitsy justru tertuju pada pemuda tersebut yang tengah asyik berbincang dengan Tewarautsy yang dia sukai. Hati sahabat Fumiripitsy langsung hancur dan meninggalkan hutan tersebut.
Ketika hari mulai malam, Fumuripitsy dan Tewarautsy sadar jika mereka mesti kembali ke desa secepatnya. Namun alangkah terkejutnya Fumuripitsy tidak menemukan perahu yang dia gunakan untuk ke sana.
Fumuripitsy sadar jika sahabatnya sudah meninggalkannya. Dia pun mencari cara agar bisa kembali ke desa dengan aman.
Tewarautsy akhirnya menemukan sebuah ide. Dirinya kemudian mengikat Fumiripitsy di perahu dan menutupinya dengan daun nipah.
Namun malapetaka terjadi di tengah perjalanan. Sebuah angin kencang tiba-tiba membalikkan perahu itu.
Tewarautsy berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian. Namun Fumiripitsy yang terikat di perahu membuatnya hanyut di sungai itu.
Kabar kematian Fumiripitsy langsung tersebar saat itu juga. Tewarautsy hanya bisa meratapi kepergian kekasihnya.
Jauh di ujung sungai, jasad Fumuripitsy ternyata ditemukan oleh Eer dan Samaar. Kedua sosok ini merupakan penjaga Sungai Yet tempat Fumuripitsy hanyut.
Kedua penjaga sungai ini kemudian menghidupkan kembali Fumuripitsy. Sejak saat itu, Fumuripitsy tinggal bersama mereka dan terus mengukir patung yang disebut Mbis.
Konon Mbis dianggap sebagai patung yang memiliki roh di dalamnya dan dihormati oleh masyarakat Asmat hingga saat ini.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


