motif batik parang - News | Good News From Indonesia 2023

Mengenal Motif Batik Parang, Batik 'Larangan' yang Penuh Filosofi

Mengenal Motif Batik Parang, Batik 'Larangan' yang Penuh Filosofi
images info

Motif Batik Parang © Sumber Foto: kratonjogja.id


Motif batik parang adalah sebuah simbol wibawa dan filosofi mendalam yang telah melintasi garis zaman. Sebagai salah satu motif batik paling ikonis di Nusantara, corak ombak berjalin ini menyimpan kisah peradaban yang begitu agung. Motif batik ininmemiliki aturan penggunaan khusus dalam tradisi keraton Jawa.

Tidak bisa dipakai oleh sembarang orang, motif batik parang khusus digunakan oleh keluarga bangsawan sejak abad ke-16. Pada masa Kesultanan Mataram, corak ini masuk dalam kategori batik larangan yang melambangkan kekuasaan, keteguhan, serta kontinuitas kepemimpinan para raja.

Bagi Kawan GNFI yang ingin menyelami bagaimana sejarah batik parang hingga bagaimana bentuk motif batik parang, simak informasi berikut ini.

Apa Itu Motif Batik Parang?

Batik motif parang adalah salah satu wastra Nusantara paling legendaris yang memiliki garis sejarah panjang sejak zaman Kraton Mataram.

Secara visual, karakteristik utama dari batik motif parang ini sangat mudah Anda kenali melalui susunan pola berulang berbentuk jalinan kemiringan 45 derajat yang sekilas menyerupai huruf "S" sambung, jajaran parang (pedang) atau lambang jalinan ombak menghantam keteguhan karang.

Setiap goresan pola batik parang menghasilkan ritme dinamis yang berkesinambungan, menciptakan kesan tegas sekaligus luwes saat dikenakan sebagai busana khusus para bangsawan.

Sejarah dan Asal-usul Motif Batik Parang

Motif Batik Parang dikenal sebagai motif batik tertua, diprediksi sudah ada sejak ke-16 zaman Keraton Mataram. Nama parang sendiri, diadopsi dari kata pereng yang memiliki makna lereng atau pedang.

Mengacu situs Museum Sonobudoyo, motif batik ini pertama kali diciptakan oleh Panembahan Senopati yang saat itu tengah duduk mengamati gerak ombak laut selatan yang menerpa karang.

Batik parang merupakan salah satu motif batik terbesar yang tersebar di Jawa, khususnya daerah Kesultanan Mataram yaitu Solo dan Yogyakarta.

Jangan salah, motif batik parang juga menggambarkan garis menurun dari tinggi ke rendah secara diagonal. Ini menandakan lambang penghormatan, cita-cita, dan kesetiaan pada nilai-nilai yang benar. Sedangkan, untuk jalinan motif yang tidak terputus, merepresentasikan kesinambungan.

Makna Filosofis di Balik Motif Batik Parang

Makna dari batik parang sendiri, dikutip dari laman resmi Kraton Jogja, memiliki arti ksatria, penguasa saat berperang, serta kedudukan raja.

Batik motif parang secara khusus digunakan untuk bangsawan sejak abad ke-16 sebagai simbol status dan kekuasaan yang dimiliki, dikutip dari laman resmi Museum Sonobudoyo Yogyakarta.

Batik motif parang kraton bersifat sakral, memiliki aturan ukuran (tuntunan) dan cara penggunaan yang mengikat, dan secara historis khusus digunakan oleh keluarga Kraton sebagai bagian dari tradisi parang larangan.

baca juga

Jenis-Jenis Motif Batik Parang

Batik motif parang ini tidak hanya hadir dengan satu motif yang sama, melainkan ada beberapa variasi motif lain, seperti motif batik parang rusak, parang klitik, parang barong, dan parang curigo.

Parang Rusak

batik parang, batik parang rusak
info gambar

batik parang rusak | Sumber: Museum Sonobudoyo


Parang Rusak memiliki pola garis diagonal yang berbentuk seperti parang (pedang) yang rusak. Motif ini sering digunakan dalam berbagai acara adat, termasuk upacara pernikahan dan pertemuan resmi. Parang Rusak mengandung makna simbolis tentang kekuatan dan ketangguhan yang bertahan meskipun mengalami kerusakan

Parang Klitik

Parang Klitik adalah varian Batik Parang yang memiliki pola garis diagonal yang lebih kecil dan lebih padat. Polanya mirip dengan kerikil-kerikil kecil atau beras yang tertata rapi. Motif ini juga memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan kemakmuran dan kelimpahan.

Parang Barong

batik parang barong, motif batik parang, batik parang, motif batik
info gambar

motif batik parang barong | Sumber: Gramedia


Parang Barong memiliki pola garis diagonal yang cukup besar ukuranya yang berbentuk besarnya menyerupai tokoh "barong," yaitu makhluk mitologis dalam budaya Jawa yang melambangkan kebaikan dan perlindungan. Motif ini sering digunakan dalam berbagai ritual dan upacara adat.

Parang Curigo

batik parang, batik parang curigo, motif batik parang curigo
info gambar

motif batik parang curigo | Sumber: Peponia


Parang Curigo memiliki pola yang hampir sama dengan Parang Rusak, tetapi dengan garis-garis diagonal yang lebih rapat dan memanjang. Polanya sering kali lebih padat memanjang dan menghasilkan tampilan yang lebih rumit.

Mengapa Ada Larangan Penggunaan Batik Parang?

Ternyata, bukan tanpa sebab adanya pelarangan penggunaan Batik Parang. Tapi ini hanya di beberapa motif batik saja. Hal ini, dikarenakan Motif parang diketahui memiliki makna yang menyiratkan kekuatan, kekusaan, dan pertumbuhan yang digunakan oleh raja.

Oleh sebab itu, beberapa motif batik parang tidak boleh digunakan oleh rakyat biasa, melainkan hanya digunakan oleh keluarga kerajaan saja.

baca juga

Batik Parang adalah contoh nyata dari warisan budaya yang berharga di Indonesia, yang terus dihargai dan dilestarikan. Motif ini tidak hanya memiliki nilai estetika yang tinggi, tetapi juga merupakan bagian yang penting dari identitas budaya Indonesia.

Batik Parang bersama dengan batik lainnya diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO pada tahun 2009. Pengakuan ini mencerminkan pentingnya batik dalam budaya Indonesia dan budaya dunia secara lebih luas.

baca juga



Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

MA
MS
ED
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.